Senin, 09 Mei 2011

Negara Indonesia Dengan Pendapatan Nasionalnya
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Seperti kita ketahui ada beberapa konsep pendapatan nasional, diantaranya :
1.Produk Domestik Bruto (GDP) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun
2.Produk Nasional Bruto (GNP) adalah PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
3.Produk Nasional Neto (NNP) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
4.Pendapatan Nasional Neto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
5.Pendapatan Perseorangan (PI) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun
6.Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
•Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan..
•Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
•Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab : g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Dari daftar 20 negara PDB terbesar di dunia, Indonesia meraih ranking ke 18. Menurut saya hasil ini sudah sangat membanggakan untuk Negara kita karena saat ini Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$700 Miliar dan menurut saya Indonesia sudah dapat dikatakan salah satu negara maju.
Maka dari itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membanggakan hasil pencapaian tersebut juga mengklaim volume ekonomi Indonesia kini telah menempati peringkat ke 16 terbesar di dunia. Ini menunjukkan posisi Indonesia telah meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu seperti diberitakan vivanews.
Jika mengacu data 2010, seperti diklaim Presiden SBY, ranking Indonesia kemungkinan sudah naik ke level 16 dunia. Namun, jika mengacu pada data Bank Dunia 2009, Indonesia masih berada di level 18 dunia.
Pendapatan Nasional memiliki banyak manfaat, selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

NAMA : DESI FITRIANA
KELAS : 1EB21
NPM : 29210480
Nama : Desi Fitriana
NPM : 29210480
Kelas : 1EB21
Jurusan : S1/Akuntansi

Negara Indonesia Dengan Pendapatan Nasionalnya

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Seperti kita ketahui ada beberapa konsep pendapatan nasional, diantaranya :
1.Produk Domestik Bruto (GDP) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun
2.Produk Nasional Bruto (GNP) adalah PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
3.Produk Nasional Neto (NNP) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
4.Pendapatan Nasional Neto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
5.Pendapatan Perseorangan (PI) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun
6.Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
•Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan..
•Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi.
•Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab : g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Dari daftar 20 negara PDB terbesar di dunia, Indonesia meraih ranking ke 18. Menurut saya hasil ini sudah sangat membanggakan untuk Negara kita karena saat ini Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$700 Miliar dan menurut saya Indonesia sudah dapat dikatakan salah satu negara maju.
Maka dari itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membanggakan hasil pencapaian tersebut juga mengklaim volume ekonomi Indonesia kini telah menempati peringkat ke 16 terbesar di dunia. Ini menunjukkan posisi Indonesia telah meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu seperti diberitakan vivanews.
Jika mengacu data 2010, seperti diklaim Presiden SBY, ranking Indonesia kemungkinan sudah naik ke level 16 dunia. Namun, jika mengacu pada data Bank Dunia 2009, Indonesia masih berada di level 18 dunia.
Pendapatan Nasional memiliki banyak manfaat, selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Selasa, 29 Maret 2011

Aku Bangga Indonesia

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA (SOFTSKILL)
“AKU BANGGA INDONESIA”

NAMA : DESI FITRIANA
KELAS : 1EB21
NPM : 29210480


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah swt yang telah memberi rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas Perekonomian Indonesia dengan judul AKU BANGGA INDONESIA.
Penulis membuat makalah ini dari berbagai sumber yaitu dari internet. Dengan selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untulk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Prof.DR. E.S Margianti, SE.MM, Selaku Rektor Universitas Gunadarma
2. Bpk Aris Budi Setyawan, Selaku Dosen Perekonomian Indonesia (softskill)
3. Orang tua penulis
4. Teman-teman penulis
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini baik dari materi maupun penyajiannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.



Bekasi, 12 Maret 2011


Penulis


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia
2.2 Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
2.3 Perkembangan Sistem Ekonomi Setelah Orde Baru

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pemilihan Subjek
3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
3.3 Metode Pengumpulan Data
3.4 Studi Kepustakaan

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Keadaan Perekonomian Indonesia Saat ini
4.2 Kebijakan Pemerintah Mengatasi Krisis Ekonomi
4.3 Evaluasi Ekonomi Tahun 2010
4.4 Prospek Ekonomi Tahun 2011

BAB V KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Sistem perekonomian setiap negara memiliki pilihan terhadap sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara tergantung pada kesepakatan nasional negara tersebut. Biasanya, kesepakatan nasional ini berdasarkan undang-undang dasar yang dimiliki. Di amping Itu, undang-undang dasar, falsafah dan ideologi negara juga sangat mempengaruhi sistem ekonomi suatu negara. Sistem ekonomi adalah strategi suatu negara mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran.
Sistem perekonomian yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan falsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya.
Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia.

1.1 Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah yang diharapkan dapat berguna dalam upaya menemukan jawaban atas permasalahan yang terjadi. Adapun rumusan masalahnya adalah:

1. Bagaimanakah keadaan perekonomian Indonesia saat ini ?
2. Apa saja kebijakan yang telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian Indonesia saat ini ?
3. Bagaimana cara mengevaluasi perekonomian Indonesia tahun 2010 dan prospek perekonomian pada tahun 2011 ?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana keadaan perekonomian Indonesia saat ini.
2. Untuk mengetahui kebijakan apa saja yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian Indonesia.
3. Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang sudah dicapai oleh pemerintah untuk memperbaiki perekonomian Indonesia

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dalam makalah ini adalah agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai keadaan perekonomian Indonesia saat ini dan upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah agar dapat memperbaiki perekonomian Indonesia serta apa saja pencapaian yang telah diperoleh untuk perekonomian Indonesia .

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia
Subsistem, itulah system perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik perekonomian subsistem, orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi, hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berfikir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain, apalagi demi keuntungan. Kalaupun orang tersebut harus berhubungan dengan orang lain untuk barang lain, sifatnya adalah barter, untuk kepentingan masing-masing pihak.
Dengan semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya system perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem barter tidak lagi dapat dipertahankan mengingat hambatan-hambatan yang dihadapi seperti ;
a. Sulitnya memperhatikan dua atau lebih pihak yang memiliko keinginan yang sama.
b. Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dipertukarkan.
c. Sulitnya melakukan pembayaran tertunda.
d. Sulitnya melakukan transaksi dalam jumlah besar.

2.2 Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, banya sudah tokoh-tokoh negra pada saat ini telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun secara diskusi kelompok. Sebagai contoh Bunga Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai dengan cita-cita menolong adlah koperasi. Namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi. Pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi.
Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya pernah terjadi di Indonesia, maka menurut UUD’45, system perekonomian tercermin dalam pasal-pasal 23,27,33, dan 34.
Demokrasi ekonomi dipilih karena memilki cirri-ciri positif yang diabtaranya adalah;
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

• Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasasi oleh Negara.
• Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
• Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga wakil rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya pada lembaga-lembaga perwakilan pula.
• Warga Negara memilki kebebasan dalam memilkih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
• Hak milik perorangan diakui dan pemanfaataanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
• Potensi, inisiatif dan daya kreasi warga megara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.
Dengan demikina dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya:
• Free fiht liberalism , yakni adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya ekploitasi kaum ekonomi yang lemah, dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.
• Etatisme, yakni keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motifasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat.
• Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti ‘keinginan sang monopli’.
Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut system ekonomi Pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin campuran namun bukan berarti system perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Wal tahun 1950-an samapai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan system etatisme, pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai dengan orde baru.

Keadaan ekonomi Indonesia anata tahun 1950 samapi dengan tahun 1965-an sebenarnya telah diisi dengan beberapa program dan rencana ekonomi pemerintah. Diantara program-program tersebut adalah :
• Program Benteng tahun 1950-an, yang bertujuan membantu usaha pribumi.
• Program/Sumitro Plan tahun 1951
• Rencana Lima Tahun Pertama tahun 1955- 1960
• Rencana Delapan Tahun
Namun demikian kesemua program dan rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Beberapa factor yang menyebabkan kegagalan adalah:
• Program-program tersebut dissun oleh tokok-tokoh yang relative bukan dibidangnya, namun oleh tokok politik, dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung menitik beratkan kepada masalah politik, dan bukannya masalah ekonomi. Hal ini dapat dimengerti mengingat pada masa- masa itu kepentingan politik tampak lebih dominan, seperti mengembalikan negara Indonesia ke negara kesatuan, usaha mengembalikan Irian Barat, menumpas pemberontakan didaerah-daerah dan masalh politik sejenisnya.
• Akibat lanjut dari keadaan di atas, dana Negara yang seharusnya dialokasikan untuk kegiatan ekonomi, justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
• Faktor berikutnya adalah terlalu pendeknya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk. Tercatat tidak kurang dari 13 kali kabinet berganti saat itu. Akibatnya program-program dan rencana ekonomi yang telah disusun masing-masing kabinet tidak dapat dijalankan dengan tuntas, kalau tidak ingin disebut belum sempat berjalan.
• Disamping itu program dan rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi dan aspirasi dari berbagai pihak. Disamping individu/pribadi dan partai lebih dominan dari pada kepentingan pemerintah dan negara.
• Adanya kecendrungan terpengaruh untuk menggunakan system perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.

2.3 Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru
Iklim kebangsaan setelah Orde Baru menunjukan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk mulai dilaksanaknnya system ekonomi yang sesungguhnya diinginkan rakyat Indonesia. Setelah melalui masa-masa penuh tantangan pada periode 1945 sampai dengan 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahan sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan system ekonomi kita pada nilai-nilai yang telah tersirat dalam UUD 1945. Dengan demikian system demokrasi ekonomi dan system ekonomi Pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksanaan semua kegiatan ekonomi selanjutnya.
Awal Orde Baru diwarnai dengan masa-masa rehabilitasi, perbaikan, hamper diseluruh sector kehidupan, tidak tekecuali system ekonomi. Rehabilitasi ini terutamA ditunjukan untuk :
• Membersihkan segala aspek kehidupan dari sisa-sisa faham dan system perekonomian yang lama ( Liberal/Kapitalis dan Etatisme/Komunis)
• Menurukna dan mengendalikan laju inflasi yang saat itu tinggi, yang berakibat terhambatnya proses penyembuhan dan peningkatan kegiatan ekonomi secara umum.
Tercatat bahwa :
• Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650%
• Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120%
• Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 85%
• Tingkat inflasi tahun 1969 sebesar 9.9%
Dari data diatas menjadi jelas mengapa Rencana Pembanguna Lima Tahun Pertama (REPELITA I) baru dimulai pada tahun 1969.

BAB III
METODE PENELITIAN

Metode Penulisan

3.1. Pemilihan Subjek
Melakukan pengumpulan data dan penelusuran literature melalui buku maupun internet www.google.com tentang Perkembangan Indonesia dalam segi ekonomi pada masa pemerintahan saat ini.

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat : a. Kampus (J) Gunadarma Kalimalang
b. Dirumah
c. Diwarnet
2. Tanggal : 12 – 20 Maret

3.3. Metode Pengumpulan Data

Melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber buku yang terkait dengan materi ini, khususnya yang berkaitan dengan Perkembangan Indonesia dalam masa pemerintahan saat ini . Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain dengan cara :
Riset Lapangan ( Field research )
Dalam riset ini, saya melakukan pengumpulan data mengenai apa saja hal – hal yang berkaitan dengan Perkembangan Indonesia dalam masa pemerintahan saat ini.

3.4 Studi Kepustakaan

Studi Pustaka (library), yaitu dengan cara mengumpulkan data yang bersumber dari buku dan makalah yang berhubungan dengan Perkembangan Indonesia dalam masa pemerintahan saat ini.. Pada metode ini, penulis juga mencari materi yang berhubungan dengan penulisan ini di internet www.google.com.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Keadaan Perekonomian Indonesia Saat Ini
Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan sangat memengaruhi iklim investasai di Indonesia. Mungkin hal itulah yang terus diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara serta pertumbuhan ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang.
Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.
Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Kebijakan pemerintah saat ini didalam pemberantasan terorisme, serta pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya.
Ekonomi Indonesia tahun 2009 mempunyai tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Pada tahun ini juga ditandai dengan mengeluarkan stimulus perekonomian yang nilainya melebihi nilai dari Rp. 70 trilliun untuk mendorong perekonomian akibat adanya krisis di tahun 2008 yang melanda dunia.

Pada tahun 2010, pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan. Target pemerintah ini rupanya diperhatikan beberapa investor. Akibatnya, dana mengalir ke Indonesia cukup deras sehingga membuat pasar modal mengalami pertumbuhan dan ini pertumbuhan ini berlanjut dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun dana yang mengalir ke Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan melebihi Rp. 125 trilliun. Masuknya dana asing ini juga membuat problema tersendiri karena mempengaruhi volatilitasvaluta asing
terutama US Dollar.

Nilai kurs dollar drop dibawah level Rp. 9.000 per 1 US Dollar dan merupakan sebuah kejadian yang belum terjadi selama dua tahun terakhir. Turunnya nilai kurs dibawah level Rp. 9.000,- bukan menjadi kebanggan tetapi para eksportir tidak menyukainya walaupun para importir sangat menyukainya. Bahkan pengambil kebijakan masih terus mendengungkan level ekuilibrium di sekitar Rp. 9.000 sampai denganRp. 9.500,- agar nilai kurs tersebut bergerak disekitar nilai tersebut. Tetapi, kepentingan yang harus diperhatikan adalah pertumbuhan ekonomi tetap berjalan dan pemerintah harus mengelola nilai kurs tersebut agar kerugian yang dialami swasta tidak signifikan. Dampak lain dari melemahnya US Dollar juga terlihat pada neraca Bank Indonesia yang mengalami defisit

4.2 Kebijakan Pemerintah Mengatasi Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi dengan berbagai dampak negatif sebagaimana telah diuraikan di atas,secara serius telah diupayakan untuk diatasi dengan melaksanakan kebijaksanaan ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro. Dalam jangka pendek kebijaksanaan ekonomi tersebut
memiliki dua sasaran strategis, yaitu pertama, mengurangi dampak negatif dari krisis tersebut
terhadap kelompok penduduk berpendapatan rendah dan rentan; dan kedua, pemulihan pembangunan ekonomi ke jalur petumbuhan yang tinggi. Kedua tugas tersebut sangat penting
antara lain karena:
(1) Meluasnya pengangguran akibat krisis yang terjadi di satu pihak dapat memicu timbulnya kerusuhan sosial, sementara di lain pihak apabila berlangsung lama dapat menurunkan daya saing angkatan kerja, karena mereka tidak mampu lagi menguasai perkembangan ketrampilan baru yang sangat diperlukan.
(2) Kapasitas produksi baik pada industri pengolahan maumaupun sarana dan prasarana pengangkutan, komunikasi, serta energi yang menganggur tanpa pemeliharaan yang baik akan menjadi rusak.
(3) Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya secara berlanjut,
pada gilirannya akan menambah jumlah penduduk miskin karena daya beli mereka akan
terus merosot.
(4) Kemunduran dalam pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan terutama bagi putraputri penduduk berpendapatan rendah, akan mengganggu upaya pemberdayaan kelompok penduduk tersebut di masa datang.

Kebijaksanaan ekonomi makro yang telah dilaksanakan pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing adalah melalui kebijaksanaan moneter yang ketat disertai anggaran berimbang, dengan membatasi deficit anggaran sampai pada tingkat yang dapat diimbangi dengan tambahan dana dari luar negeri. Kebijaksanaan moneter yang ketat dengan tingkat bunga yang tinggi selain dimaksudkan untuk menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, dengan menahan naiknya permintaan aggregat, juga untuk mendorong masyarakat meningkatkan tabungan disektor perbankan. Meskipun demikian pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa tingkat bunga tinggi dapat menjadi salah satu faktor terpenting yang akan berdampak negatif terhadap kegiatan ekonomi atau bersifat kontraktif terhadap perkembangan PDB. Oleh karena itu tingkat bunga yang tinggi tidak akan selamanya dipertahankan, tetapi secara bertahap akan diturunkan pada tingkat yang wajar seiring dengan menurunnya laju inflasi. Kebijaksanaan ekonomi mikro yang ditempuh pemerintah, ditujukan, antara lain,
a) untuk mengurangi dampak negatif dari krisis ekonomi terhadap kelompok penduduk berpendapatan rendah dikembangkannya jaring pengaman sosial yang meliputi program penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mempertahankan tingkat pelayanan pendidikan dan kesehatan pada tingkat sebelum krisis serta penanganan pengangguran dalam upaya mempertahankan daya beli kelompok masyarakat berpendapatan rendah;
b) menyehatkan sistem perbankan dan mkeberadaan lembaga perbankan;
c) merestrukturisasi hutang luar negeri;
d) mereformasi struktural di sektor riil; dane) mendorong ekspor.emulihkan kepercayaan masyarakat terhadap.

4.3 Evaluasi Ekonomi Tahun 2010
Sebelum melakukan analisis mengenai prospek ekonomi, selayaknya melakukan evaluasi atas kejadian sektor-sektor ekonomi pada tahun 2010. Analisis evaluasi pada tahun 2010 akan dilakukan dalam dua kelompok yaitu sektor keuangan dan sektor riil. Tetapi sebelum melakukan analisis tersebut maka analisis atas pertumbuhan ekonomi untuk tiga kuartal bagi negara-negara ASEAN perlu dikemukakan. Sebelum membahas pertumbuhan ekonomi selayaknya mengetahui posisi Indonesia dalam ukuran PDB.
Posisi Indonesia memiliki PDB yang terendah setelah Swiss dan Belgia. Secara besaran negara dibandingkan kedua negara tersebut Indonesia lebih besar. Bahkan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang saat ini sudah mencapai 240 juta dan merupakan pasar keempat terbesar di dunia setelah China, USA dan India, maka PDB yang diciptakan Indonesia sangat rendah. Tetapi, rendahnya PDB ini juga memberikan peluang kepada penduduk Indonesia terutama Pemerintah untuk menaikkan PDB dengan berbagai tindakan yang meningkatkan perekonomian. Ekonomi Indonesia tidak terlepas dari ekonomi negara-negara tetangga terutama negara ASEAN. Pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk 3 kuatal pada tahun 2010 dimiliki oleh negara Singapura. Padahal negara ini mengalami pertumbuhan yang negatif selama hampir 7 kuartal sehingga Singapura dianggap mengalami resesi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah Tingkat bunga yang merupakan sebuah variabel sangat penting pada suatu negara, karena tingkat bunga ini menjadi pokok persoalan dan bisa berakibat ke berbagai sektor ekonomi. Bila tingkat bunga mengalami kenaikan maka sektor pasar modal misalnya Indeks Harga saham akan mengalami penurunan.
Kemudian Inflasi merupakan ukuran perubahan harga secara menyerluruh. Tingkat bunga yang berlaku selalu mengacu kepada tingkat inflasio. Bila inflasi meningkat maka tingkat
bunga akan meningkat karena tingkat bunga nominal merupakan hasil jumlah inflasi dengan tingkat bunga riil.
Lalu Utang Luar Negeri. Pemerintah Indonesia selalu menganut adanya defisit anggaran yang didanai dari hutang. Awalnya, ketika Pemerintah Suharto, defisit anggaran didanai dari pinjaman luar negari baik pinjaman tunai, proyek maupun kerjasama.

4.4 Prospek Ekonomi Tahun 2011

Pemahaman terhadap ekonomi 2010 telah diuraikan sebelumnya, dimana angka –
angka yang diperoleh bisa tercapai. Pada tahun 2011 pemerintah dan pihak swasta
memberikan proyeksi pada tahun 2011 sebagai berikut:
1. Economic Growth 6,4%
2. Kurs Rupiah Rp. 9.250 per US$
3. SBI 3 months 6,5%
4. Inflasi 5,3%
5. Harga Minyak US$ 80 per barrel
6. Lifting Minyak 970 ribu per hari
7. Kredit Growth > 20%
8. Industri Properti Growth 12% equivalen
9. Konsumsi Semen Growth 10%
10. Penjualan motor growth 12%
11. Penjualan Mobil 800 ribu unit pada 2011
12. Pertumbuhan Investasi (PMA/PMDN) diatas 15% angka pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah tidak banyak perubahan daritahun-tahun sebelumnya.
Dalam hal harga minyak dan lifting minyak maka pemerintah kelihatan sedikit mendekati tetapi untuk harga minyak kebanyak meleset. Hanya lfiting minyak yang sedikit tepat dua tahun terakhir, dikarenakan faktor luar tidak ada yang mempengaruhi sehingga angka tersebut tefcapai.
Baru-baru ini, pemerintah membuat kebijakan tentang subsidi BBM dimana semua mobil plat hitam tidak boleh membeli premium dan harus pertamax. Artinya, ada pergerseran pembelian dan meningkatkan pembelian.
Peningkatan pembelian ini juga merupakan kebijakan pemerintah yang meningkatkan harga terselubung sehingga inflasi akan meningkat di masa mendatang. Akibatnya, kenaikan inflasi membuat pengambil kebijakan harus menaikkan tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan memberikan persoalan bagi perekonomian di masa mendatang.
Pemerintah harus bekerja keras lagi untuk meningkatkan perekonomian, pertumbuhan lebih tinggi bisa tercapai bila pemerintah serius memperbaiki ekonomi. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan yaitu memperbesar ekspansi dan tidak terlambat. Salah satu contoh realisasi APBN yang selalu terlambat dan bila ini bisa diperbaiki akan menimbulkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan. Swasta tingak mungkin melakukan investasi bila pemerintah tidak menjadi leader dalam bidang ini. Mudah-mudah Pemerintah merubah strateginya pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat tercapai


BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan analisa dan uraian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pada tahun 2010, pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan
2. Kebijaksanaan ekonomi makro yang telah dilaksanakan pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing adalah melalui kebijaksanaan moneter yang ketat disertai anggaran berimbang, dengan membatasi deficit anggaran sampai pada tingkat yang dapat diimbangi dengan tambahan dana dari luar negeri.
3. Posisi Indonesia memiliki PDB yang terendah setelah Swiss dan Belgia. Secara besaran negara dibandingkan kedua negara tersebut Indonesia lebih besar. Bahkan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang saat ini sudah mencapai 240 juta dan merupakan pasar keempat terbesar di dunia setelah China, USA dan India, maka PDB yang diciptakan Indonesia sangat rendah. Tetapi, rendahnya PDB ini juga memberikan peluang kepada penduduk Indonesia terutama Pemerintah untuk menaikkan PDB dengan berbagai tindakan yang meningkatkan perekonomian. Ekonomi Indonesia tidak terlepas dari ekonomi negara-negara tetangga terutama negara ASEAN. Pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk 3 kuartal pada tahun 2010 dimiliki oleh negara Singapura. Padahal negara ini mengalami pertumbuhan yang negatif selama hampir 7 kuartal sehingga Singapura dianggap mengalami resesi.

DAFTAR PUSTAKA

WWW.GOOGLE.COM
WWW.YAHOO.COM
WWW.WIKIPEDIA.COM

Jumat, 12 November 2010

Makalah Usaha Rumah Makan


 
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta nilai kualitas jasa sangat ditentukan oleh tingkat kepentingan maupun kepuasan pelanggan sebagai pemakainya. Pelayanan yang kurang memuaskan akan menyebabkan berkurangnya konsumen atau bahkan hilang karena konsumen berpindah ke jasa layanan lain. Hal ini merupakan tantangan besar bagi perusahaan dalam membangun citra perusahaan yang tidak hanya mampu membuat dan membangun tapi juga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan. Oleh sebab itu perusahaan perlu mengetahui perilaku pelanggan dalam membeli, menggunakan dan mengevaluasi jasa dalam rangka pemenuhan dan pemuasan kebutuhan.
. Rumah makan itu sendiri memiliki tantangan untuk tetap mempertahankan usahanya antara lain bagaimana menjaga kualitas pelayanan agar dapat bersaing dengan produk serupa dan juga produk pengganti lainnya yang saat ini semakin banyak bermunculan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menjaga kualitas pelayanan yaitu dengan memberikan pelayanan yang memuaskan, sesuai dengan atau melebihi harapan pelanggan. Sehingga dirasakan sangat penting untuk mengetahui pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan.
Bila ditinjau dari sudut pandang perusahaan, salah satu cara yang efektif dalam melakukan diferensiasi adalah melalui jasa atau pelayanan yang diberikan. Hal ini membawa perubahan yang cukup mendasar dalam bisnis utama suatu perusahaan. Sebagai contoh, semakin banyaknya bisnis utama restoran bergeser dari sekedar menyediakan segala macam makanan untuk dijual, menjadi usaha melayani dan memuaskan rasa lapar pelanggan dengan disertai usaha menyediakan suasana yang kondusif bagi pelanggan untuk menikmati hidangan. Bahkan tidak jarang pula di restoran disajikan pula hiburan musik.
Analisis mengenai tingkat kepuasan pelanggan ini nantinya dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan strategi dan program pemasaran yang relevan pada situasi dan kondisi saat ini. Konsep strategi yang baik membutuhkan perumusan masalah yang berlandaskan kepada wawasan yang lebih luas.
Manajemen pemasaran mengenal konsep bauran pemasaran (Marketing Mix) sebagai variabel-variabel keputusan yang dapat dikendalikan oleh manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan. Di dalam konsep bauran pemasaran (Marketing Mix) terdapat 7 variabel yaitu
roduk (product), harga (price), promosi (promotion) dan tempat (place), proses
(process),personil (personil), dan fasilitas fisik (physical facility). Analisis tingkat kepuasan pelanggan memberikan landasan yang baik untuk memahami dan memanfaatkan lebih efektif lagi konsep dan metode-metode pemasaran produk bagi strategi dan program pemasaran. Strategi dan program pemasaran diperlukan untuk mengatasi permasalahan pemasaran yang kompleks melalui pendekatan terhadap sistem nyata di dalam perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah
      1. Bagaimana tips untuk membuka usaha rumah makan ?
      2. Bagaimana caranya agar kita bisa meraih kesuksesan dalam berbisnis rumah  makan ?

1.3 Tujuan Penulisan
     1.Agar dapat mengetahui cara untuk memulai atau membuka usaha rumah makan.
     2.Agar dapat mengetahui cara-cara untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis rumah makan.


BAB II

KAJIAN TEORI

Definisi Rumah Makan dan Restoran : Menurut SK Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 73/PW 105/MPPT-85 menjelaskan bahwa Rumah Makan adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan dan minuman untuk umum. Dalam SK tersebut juga ditegaskan bahwa setiap rumah makan harus memiliki seseorang yang bertindak sebagai pemimpin rumah makan yang sehari-hari mengelola dan bertanggungjawab atas pengusahaan RM tersebut. Usaha-usaha lain yang sejenis dan tidak termasuk dalam Usaha Rumah Makan dalam definisi ini adalah Usaha Restoran, Usaha Tempat Makan dan Usaha Jasa Boga (Catering). Sedangkan restoran adalah salah satu jenis usaha dibidang jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian, dan penjualan makanan dan minuman untuk umum. Pengusahaan restoran meliputi jasa pelayanan makan dan minum kepada tamu restoran sebagai usaha pokok dan jasa hiburan didalam bangunan restoran sebagai usaha penunjang yang tidak terpisahkan dari usaha pokok sesuai dengan ketentuan dan persyaratan teknis yang ditetapkan. Pemimpin restoran adalah seorang atau lebih yang sehari-hari mempimpin dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan usaha restoran tersebut, sedangkan bentuk usaha restoran ini dapat berbentuk Perorangan atau Badan Usaha (PT, CV, Fa atau koperasi) yang tunduk kepada hukum Indonesia.
Dalam daftar usaha biasanya usaha makanan termasuk banyak diminati. Selain perlu memahami pengertian usaha, sebaiknya anda juga perlu mencermati perjanjian usaha sebaik mungkin. Jika Anda seorang pendatang baru dalam industri yang sudah mapan, Anda harus memiliki keunikan atau kelebihan yang diminati oleh pasar. Tanpa itu, perjuangan Anda menembus pasar akan sangat berat. Soalnya, masyarakat cenderung memilih suatu produk barang atau jasa berdasarkan brand yang telah dikenal reputasi dan citranya demi jaminan kualitas yang ditawarkan. Penelitian juga menyebutkan kebanyakan perusahaan baru mengalami kegagalan pada tahun-tahun pertama. Tapi, jangan pesimistis dulu. Model usaha rumah makan bisa menjadi pilihan solusi bagi para wirausaha yang ingin terjun ke pasar namun belum memiliki brand yang layak bersaing di pasaran.
Sistem usaha dapat menghindarkan dari risiko kegagalan ketika memulai bisnis baru. Karena pihak yang menggunakan atau memanfaatkan merk yang sudah dikenal, tinggal menjalankan konsep bisnis yang mapan yang telah dirumuskan oleh pihak pemilik brand. Selain itu, sebagai tanggung jawab terhadap reputasi perusahaan, pihak pemilik brand wajib memberikan dukungan penuh diantaranya dalam hal manajemen, teknis, operasional dan standardisasi atau kontrol kualitas (seperti pasokan bahan baku, peralatan, training), pemilihan lokasi, periklanan, pemasaran bahkan promosi. Akan tetapi, perlu dicamkan usaha bukanlah jaminan sukses, melainkan hanyalah seperangkat peralatan untuk sukses. Juga, tidak semua cocok dijadikan mitra yang akan mendukung kemajuan berusaha Anda mungkin akan bertanya apa keuntungan pemilik brand menjalankan bisnis dengan model waralaba, dimana chance pembajakan sangat tinggi. Sebagai konsultan waralaba nasional dan sering bekerjasama dengan konsultan internasional, penulis melihat hal ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena rahasia usaha (dagang) dilindungi oleh hukum. Misalnya pun suatu resep dibajak dalam industri makanan, maka ia tidak akan mampu bersaing dengan merk asli yang telah dikenal konsumen. Ketika suatu perusahaan pemilik brand terkenal dihadapkan pada keharusan untuk ekspansi pasar, model bisnis usaha bisa jadi merupakan pilihan tepat. Selain tidak perlu mengubah struktur manajemen perusahaan, sistem bisnis itu sendiri akan menghemat biaya ekspansi dibandingkan membuka cabang sendiri yang membutuhkan investasi besar.
Dengan usaha yang dilakukan secara serentak ke berbagai daerah, pewaralaba (pemilik brand) dapat menembus pasar dan menyerap serta melipatgandakan pasar secara cepat, dengan mengalihkan risiko bisnis kepada pihak terwaralaba. Selain itu, dengan memberi kesempatan pada pihak terwaralaba yang telah mengenal baik lingkungan bisnisnya, ide-ide inovatif yang sesuai dengan pasar lokal akan muncul (misalnya penambahan menu nasi di McDonald Indonesia yang disesuaikan dengan pola makan penduduk setempat). Dan yang pasti, bisnis waralaba akan menjadi sumber pendapatan rutin bagi pemilik brand yang didapat dari fee dan royalti. Sedangkan keuntungan yang didapat oleh adalah hematnya biaya persiapan dan awal usaha karena konsep bisnis yang mapan telah dirumuskan oleh pihak itu sendiri. Biaya promosi yang harus dikeluarkan juga sangat minim karena konsumen telah mengenal brand tersebut sehingga tidak perlu bersusah-payah menaikkan citra produk atau jasa yang ditawarkan. Bayangkan dan bandingkan berapa biaya promosi dan marketing yang perlu Anda keluarkan jika harus mempromosikan brand baru dari nol.




BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
A.    Tempat dan Waktu Penelitian

1.      Tempat            :           a. Kampus (J) Gunadarma Kalimalang
b. Dirumah
c. Diwarnet

2.     Waktu :           25 Oktober 2010 – 10 November 2010

B.     Metode Penelitian

1.    Observasi.      
Observasi adalah penglihatan langsung ke tempat sasaran  yang dituju sehingga  hasilnya  lebih  teliti  dan  lebih mendekat kebenaran.
2.    Melalui Media Internet.

Mencari bahan materi tentang usaha catering melalui internet dengan cara membuka situs www.google.com




BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Tips untuk membuka usaha rumah makan
Bisnis rumah makan memang gak pernah mati. bagaimana bisa seperti itu? iya, bisnis ini memang semakin tumbuh subur seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup yang ingin serba cepat tersaji. Sadar atau tidak, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka semakin banyak pula kebutuhan pangan yang harus disediakan.
Persiapan pertama untuk memulai bisnis apa saja, termasuk rumah makan adalah mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan. Setelah langkah pertama ini, kini menyangkut masalah operasional dari rencana usaha Anda. Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu disiapkan rapi.
Mulai dari menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu, untuk usaha rumah makan minimal harus mengerti masakan. Pintar memasak, lebih baik lagi ahli memasak. Namun, untuk menjadi pengusaha restoran tidak harus menjadi ahli memasak dulu, tetapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, tenaga ahli yang bisa memasak bisa direkrut.
Persiapan dalam memulai bisnis restoran/tempat makan lainnya, adalah tersedianya prasarana dan sarana. Pengertian tersedianya bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa terlebih dahulu, kecuali memang tersedia dana yang cukup yang sengaja diinvestasikan ke usaha Anda untuk jangka panjang.
Prasarana adalah hal-hal kemudahan bersifat fisik maupun non fisik yang mendukung pengoperasian sarana-sarana atau alat-alat. Sedangkan sarana adalah alat-alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.
Dalam usaha rumah makan/restoran, maka yang termasuk prasarana adalah tempat yang strategis, tenaga ahli (juru masak), modal usaha, dan izin usaha, sedangkan meja kursi, peralatan makan, peralatan masak, dan sebagainya adalah sarana.
Bisnis makanan termasuk bisnis yang beresiko besar. Karena bisnis makanan beda dengan bisnis-bisnis lain. Kecuali yang kita jual adalah makanan kering, yang bisa bertahan sampai berbulan-bulan. Namun jika anda yakin pangsa pasarnya yang bagus, maka bisnis makanan akan memberi keuntungan yang berlipat ganda.
Dalam bisnis makanan memang kita tidak dituntut untuk bisa membuat makanan yang akan dijual tersebut. Karena banyak yang sukses berbisnis makanan dari mengambil makanan ditempat lain, lalu menjualnya lagi. Lalu bagi anda yang pintar memasak, tetapi tidak bisa menjual, anda juga bisa menitipkannya di kantin, atau di tempat-tempat yang ramai pengunjung.
Bisnis makanan bukan milik kaum wanita saja, banyak pria yang menjadi koki kelas dunia. Dan kebanyakan penjual makanan yang sukses adalah pria. Rasa masakannya pun tidak kalah dari masakan wanita.
Untuk bisnis makanan, jika anda bingung memilih makanan apa yang akan dijual, anda bisa memulainya dari makanan kesukaan anda. Jika anda lebih berani, anda bisa memulainya dari makanan yang banyak dijual disekitar tempat anda ingin berjualan, dan tentunya yang banyak dibutuhkan ditempat tersebut. Silahkan cicipi nikmatnya berbisnis makanan.
Usaha rumah makan juga sangat sensitif terhadap rasa, karena itu penting sekali ada tukang masakan yang betul-betul ahli dibidangnya. Jual-lah masakan yang terbaik dan bermutu tinggi. Jangan coba-coba membuka rumah makan jika tidak ada juru masak yang hebat masakannya.
Sebaiknya Anda juga mengurus izin usahanya. Bisa izin usaha dari RT/RW atau keamanan setempat. Namun secara prinsip, yang saya maksudkan adalah berbadan hukum yaitu dengan akte notaris. Hal ini sangat diperlukan bila usaha Anda di pinggir jalan raya dan melibatkan beberapa pekerja. Tidak perlu mendirikan PT atau CV, misalnya cukup dalam status UD (Usaha Dagang) milik perseorangan, yaitu Anda yang disahkan oleh notaris.



4.2 Cara-cara agar kita bisa meraih kesuksesan dalam berbisnis rumah makan
Beberapa tahun ini perkembangan usaha makan meningkat drastis, mulai dari pedagang kaki lima hingga pedagang makanan modern (kafe & resto). Berdasarkan hasil penelitian & pengembangan usaha kecil menengah (UKM) dibeberapa daerah di Indonesia, rata-rata pendapatan pengusaha makanan dan minuman kaki lima dan rumahan berada diatas rata-rata upah minimum regional. Jadi berdasarkan fakta tersebut anda dapat menjadi jutawan dengan membuka usaha makanan. Berikut 8 hal yang harus diperhatikan untuk membuka usaha makanan:

1. Modal awal usaha
modal awal usaha dapat dari modal sendiri, meminjam di koperasi, mencari rekanan yang bisa diajak kerjasama, atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM

2. Menentukan lokasi usaha
pilih lokasi harus memperhitungkan modal yang dikeluarkan, jangan sampai modal anda habis hanya untuk membeli atau menyewa tempat usaha.

Pilihlah lokasi yang strategis seperti kawasan perkantoran, sekolah, kampus, pasar atau mal, perumahan atau tempat wisata.

3. Sediakan menu andalan
sebelum memulai usaha, sebaiknya anda melakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu, pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana guna mengurangi tingkat persaingan. Namun, pilihlah yang sesuai dengan target pasar / konsumen.

4. Pilihlah pasar
menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun anda menawarkan harga murah meriah, tapi tidak sesuai selera konsumen ini akan menimbulkan kendala bagi usaha anda

5. Sumber daya manusia / tenaga kerja
karyawan dapat dibagi kedalam kelompok tukang masak, pelayan dan kasir. Tapi bila usaha tergolong kecil, 1 orang juga cukup un mempermudah pekerjaan anda.

6. Pemasok bahan baku
mempunyai pemasok tetap yamg dapat memasok semua bahan baku produksinya setiap hari sangat dianjurkan guna kelancaran proses produksi.

7. Perizinan usaha
untuk kenyamanan usaha, anda perlu mengurus izin usaha di instansi pemerintah atau pihak berwenang setempat. Mengurus izin ini perlu dilakukan untuk menghindari masalah perizinan yang mungkin timbul dikemudian hari.

8. Promosi yang tepat
promosi dari mulut ke mulut masih menjadi pilihan utama dalam usaha makanan. Pelayanan yang memuaskan akan membuat pelanggan merekomendasikan usaha makanan anda ke teman atau relasinya sehingga usaha anda akan cepat dikenal. Selain itu, promosi dapat dilakukan melalui media spanduk, papan nama, pamflet atau leaflet.
Semoga 8 tips diatas dapat membantu anda meningkatkan usaha makanan anda.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
            Kesimpulannya yaitu memang saat ini usaha rumah makan sedang banyak digemari oleh para usahawan, ada juga yang bermula dari dekedar hobi memasak hingga akhirnya memutuskan untuk membuka usaha rumah makan. Di Indonesia banyak sekali berbagai macam makanan khas, seperti makanan khas sunda, makanan khas padang, makanan khas yogyakarta, makanan khas jakarta, dan masih banyak lagi. Bisnis rumah makan adalah bisnis yang menjanjikan, karena itu dengan kita menjadi pengusaha rumah makan kita bisa meraih keuntungan yang sangat banyak.
SARAN
            Saran dari penulis yaitu dalam berbisnis apapun kita harus mempunyai kreatifitas yang tinggi, sehingga para konsumen tidak bosan atau jenuh untuk memakan atau memakai produk yang kita buat. Dalam berbisnis rumah makan kita harus mempunyai konsep untuk menarik para konsumen, sehingga banyak konsumen yang datang ke rumah makan itu sendiri, kita juga harus memperhatikan lokasi tempat usaha, sebaiknya lokasi berbisnis harus strategis sehingga banyak konsumen yang berdatangan, dan juda kita haeus mengingat bahwa pembeli adalah raja sehingga kita harus ramah pada setiap konsumen atau pembeli yang berdatangan

DAFTAR PUSTAKA






Sabtu, 23 Oktober 2010

Bisnis Variasi Foodcourt Dengan Suasana Alami


Keberadaan foodcourt atau restoran yang memiliki beberapa outlet makanan/menu (seperti kantin) saat ini sudah mulai banyak yang menyukai. Resto ini paling banyak kita temukan kehadirannya di mal – mal kota besar. Namun pada tahap perkembangannya, kehadiran Rumah Makan dengan sistem foodcourt ini sudah mulai dilirik beberapa masyarakat yang ingin membuka usah rumah makan. Alasan membuka dengan sistem foodcourt ini biasanya karena lebih mudah dalam pengadaan menu masakannya. Selain itu, menu yang ditawarkannya pun bervariasi sehingga konsumen akan memiliki banyak pilihan masakan.
Salah satu Rumah Makan yang menggunakan sistem foodcourt ini adalah Joglo Resto yang terletak di Jl. Colombo No.9A Samirono Yogyakarta atau tepatnya di depan GOR UNY. Joglo Resto didirikan pada bulan Juli 2006 yang lalu, namun hingga kini Joglo Resto yang memiliki pengunjung dari kalangan mahasiswa dan juga orang – orang kantoran, ingin menampilkan suasana yang nyaman dan sejuk bagi pengunjungnya. Hal ini terbukti dengan konsep interior dan bangunannya yang menonjolkan suasana alam.
Menurut pihak manajemen Joglo Resto, konsep foodcourt akan lebih memudahkan konsumen memilih dalam hal menu masakannya. Sehingga pihak Joglo Resto dapat memastikan bahwa pengunjung disini lebih banyak daripada usaha rumah makan biasa. “Keunggulan sistem foodcourt adalah para pemilik outlet tidak perlu repot – repot melakukan promosi dan publikasi, karena itu semua sudah kita lakukan. Sehingga para pemilik outlet hanya fokus pada menu masakan yang menjadi unggulannya saja “Yana Edi Kurniawan sebagai salah satu pihak manajemen Joglo Resto.
Selain itu, keunggulan sistem foodcourt di Joglo Resto ini adalah sistem biaya sewanya mengikuti jumlah pendapatan masing – masing outlet. ” Sistem biaya sewa dengan sistem bagi hasil sebesar 10% ini dirasakan tidak memberatkan outlet. Sehingga jika pada suatu waktu outlet tersebut mengalami penurunan omset, maka biaya sewanya juga mengalami penurunan ” dijelaskan juga oleh Rima. Selain itu juga, pihak manajemen Joglo Resto memberlakukan biaya operasional harian sebesar Rp 40.000 setiap outlet.
Joglo Resto saat ini memiliki sekitar 8 outlet yang berdiri pada lahan seluas 500m2, dimana setiap outletnya memiliki luas sebesar 3x4m2. Dalam manajemen resto, setiap outlet diperbolehkan menawarkan menu yang menjadi keunggulannya. ” Menu yang disarankan adalah menu masakan pada umumnya, karena pengunjung disini rata – rata memilih menu seperti ayam, bebek, seafood dll ” jelas Yana.
Sebagai informasi, jumlah pengunjung Joglo Resto setiap harinya berkisar antara 100-200 orang, jika hari libur atau musim liburan bisa mencapai 300 orang setiap harinya. Dengan demikian, setiap outlet yang terdapat di Joglo Resto secara tidak langsung dapat menikmati keuntungan yang didapat. “Karena itu setiap outlet disini tidak perlu repot – repot melakukan promosi atau publikasi untuk mendatangkan pengunjungnya. Sehingga meminimalisir biaya kerugian akibat tidak adanya pengunjung” ungkapnya.
Program promosi yang dilakukan pihak manajemen Joglo dalam membantu mengembangkan usaha foodcourt ini adalah dengan mempublikasikan Joglo Resto di media cetak dan stasiun TV Lokal. Selain itu juga, Manajemen Joglo Resto juga mengadakan kerjasama dengan pihak Enterteinment dalam road show di Jogja untuk mengadakan kegiatan di Joglo Resto.
“Kita selalu mengadakan perubahan dan perbaikan dalam pelayanan kepada konsumen. termasuk salah satunya menghadirkan live musik secara reguler. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik pengunjung yang lebih banyak lagi, sehingga akan membantu outlet yang ada disini ” dijelaskan Yana.
Untuk outlet yang ingin melakukan program promosi, pihak manajemen juga tidak melarangnya. “Kami sangat terbuka dengan para pemilik oulet yang ingin melakukan program promosi atau publikasi yang dilakukan mereka sendiri. Seperti halnya kemarin, Salah satu outlet kami juga melakukan promo dan publikasi melalui televisi lokal, sehingga konsumen akan lebih mengetahui keberadaannya dan produk unggulannya ” diungkapkan Yana.
Pihak manajemen Joglo Resto akan selalu melakukan kontrol terhadap kualitas masakan dari masing – masing outlet. Salah satu bentuk kontroling tersebut adalah dengan selalu memesan masakan secara acak dari setiap outlet secara bergilir, selain itu pihak manajemen juga menerima segala keluhan dan masukan dari para konsumen.
Untuk memperbaiki dan mengembangkan Joglo Resto, pihak manajemen selalu mengadakan kegiatan evaluasi setiap bulan yang terdiri dari seluruh karyawan dan owner masing – masing outletnya. ” Dengan diadakannya evaluasi bulanan ini, diharapkan adanya masukan atau evaluasi yang bisa dikembangkan oleh pihak manejemen Joglo Resto ” ujar Yana.
Persiapan yang harus dilakukan bagi anda yang bermint dalam membuka usaha rumah makan melalui sistem foodcourt adalah memiliki menu masakan yang berkualitas. ” Yang perlu diperhatikan jika kita berminat untuk menempati salah satu outlet di Joglo Resto ini adalah memiliki keahlian dalam masakannya. Dalam arti memiliki keunggulan masakan dan dapat menjaga citra rasa masakannya ” jelasnya.
Namun pada sistem foodcourt juga memiliki kekurangannya, karena strategi promosi yang kita lakukan tidak bisa bekerja secara maksimal. Hal ini disebabkan dalam rumah makan tersebut, terdapat beberapa outlet lainnya yang juga bisa memperoleh penjualan dari konsumen yang kita ajak. Sehingga dari program yang kita lakukan, kemungkinan untuk meningkatkan penjualan hanya sekitar 40% – 50% saja.
Analisa Ekonominya
 
Biaya Investasi
 
Pendaftaran Awal           : Rp   950.000
Peralatan                  : Rp 1.500.000
Pembelian Bahan Baku       : Rp 3.000.000
TOTAL                      : Rp 5.450.000
 
Analisa Laba Rugi Outlet
 
Omset per Bulan            : Rp 8.800.000
Bahan Baku                 : Rp 3.000.000
Gaji Koki / Dapur          : Rp 1.500.000
Biaya Sewa 10%             : Rp   880.000
Biaya Operasional Harian   : Rp 1.200.000
TOTAL                      : Rp 6.580.000
 
Laba Bersih per bulan      : Rp 2.220.000
(Sumber:Tim BisnisUKM)