Kamis, 10 Oktober 2013

Analisis Kasus Tempe Terancam Diimpor

        Belakangan ini kedelai kembali menjadi topik diskusi actual ditengah public terkait kian mahalnya harga bahan baku tempe. Pemerintah dinilai gagal mengantisipasi kelangkaan komoditas kedelai yang dipicu kian melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS

        Dampaknya para perajin tahu dan tempe sempat mogok produksi selama 3 hari. Kelangkaan kedelai dipasar disebabkan beberapa alasan yaitu rendahnya produksi kedelai nasional sehingga tidak mampu mencukupi permintaan masyarakat.


Rata-rata kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 2,4 juta ton per tahun atau rata-rata 200.000 ton kedelai setiap bulan. Namun, setiap tahun Indonesia hanya bias memproduksi 30-40 persen dari kebutuhan nasional, sisanya dari Impor.

        Analisisnya, Untuk itu sebaiknya pemerintah patut memperbaiki sistem budi daya kedelai secara radikal untuk memasok bahan baku kedelai ke perajin temp. Jika tidak, dengan harga bahan baku yang makin mahal karna harus impor, perajin tempe tidak akan sanggup lagi mengeluarkan biaya produksi dan gulung tikar. 


Nama  : Desi Fitriana
Kelas  :  4EB17
Npm   :  29210480
Tugas :  Softskill (Bahasa Indonesia 2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar